Home / Buletin Militer / Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303/SSM Kostrad menanam padi dengan cara yang unik bersama masyarakat perbatasan

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303/SSM Kostrad menanam padi dengan cara yang unik bersama masyarakat perbatasan

MAHAKAM ULU, KOREM091-TNIAD.MIL.ID. –  Banyak tradisi yang dimiliki oleh Indonesia. Bahkan tidak sedikit pula tradisi tersebut yang tergolong unik. Salah satunya seperti tradisi nugal di Kalimantan Timur.

Nugal berarti menanam padi. Nugal merupakan budaya yang unik karena memiliki makna filosofi kebersamaan dan kekeluargaan. Nugal juga merupakan tradisi turun temurun suku Dayak tersebut, dilakukan setelah beberapa hari lahan telah selesai dibersihkan dengan cara dibakar.

Maka tidak heran jika menjelang musim menanam padi sering terjadi pembakaran hutan atau kebun. Dengan tujuan, membersihkan sampah-sampah pohon yang ditebang. Abu dari hasil pembakaran tersebut tidak dibuang, melainkan dijadikan sebagai pupuk alami yang dipercaya untuk menyuburkan dan menjaga keseimbangan keasaman tanah.

Pada pelaksanaan nugal kali ini Satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 303/SSM Kostrad yang bertugas menjaga perbatasan Indonesia – Malaysia, yang berada di Pos Komando Taktis (Kotis)  yang berlokasi di desa Batu majang kecamatan Long bagun kabupaten  Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur bersama sama masyarakat bergotong royong untuk mengikuti nugal (menanam padi) tersebut, Kegiatan penanaman padi secara bersama tersebut berlangsung Kamis (9/9/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 7 orang anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia yang dipimpin langsung oleh Serka Agung prayitno.

Dalam hal ini Komandan Satgas Yonif Raider 303/SSM Kostrad Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos, M.I.Pol., menyampaikan tanggapannya bahwa personil satgas selain melaksanakan penugasan diwilayah perbatasan RI-Malaysia, melaksanakan tugas pokoknya menjaga wilayah perbatasan Demi Menjaga ke utuhan NKRI pos Kotis juga melakasanakan kegiatan teritorial untuk membantu warga yang berada di wilayah perbatasan dengan salah satunya mengikuti kegiatan nugal tersebut.

“Ini bentuk sinergitas TNI dengan masyarakat, karena dengan kedekatan yang terjalin antara masyarakat dengan kita selama ini, masyarakat sekitar mengajak kita untuk bersama sama menanam padi atau yang biasa di sebut dengan nugal.” Ungkap Dansatgas.

Kegiatan ini selain anggota Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM kostrad, dihadiri juga oleh Ketua  dewan adat dayak Mahakam ulu bapak Yustinus Ibo Huluy, Ketua adat besar dayak kenyah Mahakam Ulu bapak Balan Tingai, Ketua adat desa batu majang bapak Yosep Jambang Usat bersama para tokoh serta sesepuh adat dayak di desa Batu majang.

Ketua dewan adat dayak Mahakam Ulu Yustinus Ibo huluy, yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Kostrad kerana telah membantu masyarakat menanam padi bersama, dengan kegiatan sepeti ini semakin mendekatakan TNI dengan masyarakat. Dikatakan terlibat dalam kegiatan bersama masyarakat sebenarnya merupakan salah satu bentuk sosialisasi tugas Satgas Pamtas dalam hal menjaga keamanan di daerah perbatasan.

“saya mengucapkan terimakasih terhadap anggota satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303/SSM Kostrad yang telah hadir dan mengikuti serta bersedia untuk turun langsung dalam pelaksanaan nugal kali ini” Pungkasnya.

Sumber Penrem 091/ASN