Home / Buletin Militer / Jembatan Penghubung Desa Ambruk, Prajurit Kodim 0904/TNG Buat Jalan Alternatif

Jembatan Penghubung Desa Ambruk, Prajurit Kodim 0904/TNG Buat Jalan Alternatif

KOREM 091-TNIAD.MIL.ID.– TANA PASER  Infrastruktur di pedesaan memang masih butuh perhatian lebih, khususnya akses jalan penghubung. Belum lama ini di Desa Mendik, Kecamatan Long Kali, sebuah jembatan penghubung runtuh sebagian dan mengakibatkan lumpuhnya perekonomian masyarakat setempat.

Prajurit Kodim 0904/Tanah Grogot (TNG) yang bertugas di Koramil 0904-03/Longkali membuat jalan alternatif, di Desa Mendik, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Minggu (19/1/2020).

Hal itu dilakukan menyusul ambruknya jembatan di jalan poros yang menghubungkan Desa Mendik, Mendik 1, Mendik 2, Mendik 3, Mendik 4 dan Desa Mendik 5 Kecamatan Longkali.

Dibawah pimpinan Lettu Inf Edi Santoso, Anggota Koramil 0904-03/Longkali bergotong royong bersama anggota BPBD, Tagana serta masyarakat guna memulihkan akses jalan antar desa tersebut.

“Walaupun tidak 100 persen kondisi jalan alternatif ini dibuat, semoga jalan tersebut dapat memulihkan kegiatan warga dalam sehari-hari” kata Sertu Usmansyah (Babinsa Desa Mendik).

Dalam pelaksanaan pembuatan jalan alternatif tersebut, masyarakat telah menyediakan alat maupun bahan yang akan digunakan guna mendukung proses pekerjaan itu.

Bahan yang disediakan berupa batu gunung, kayu papan, kayu balok dan paku. Sedangkan alat yang digunakan yakni, cangkul, palu, gergaji dan parang untuk merintis rumput belukar yang berada di lokasi jalan alternatif.

Untuk diketahui, ambruknya jembatan utama itu dikarenakan tanah disekitar bergeser sehingga kayu penopang jembatan tersebut tidak kuat menahan beban.

Kepala Desa Mendik Makmur Kris Setio Adi mengatakan jembatan kayu tersebut merupakan akses utama untuk ke tiga desa, yakni Mendik Bakti, Mendik Makmur dan Makmur Jaya. Dia menduga runtuh tersebut karena material jembatan sudah jabuk  termakan usia, dan diperparah curah hujan yang intensitasnya cukup lebat mengguyur wilayah sekitwr. Hingga  memicu tanah bagian bawah jembatan longsor tergerus air.

” Dampak dari jembatan ini tak bisa dilewati, aktivitas masyarakat nyaris lumpuh total terutama untuk distribusi hasil perkebunan kelapa sawit dan karet. Masyarakat yang menggunakan kendaraan roda empat harus  memutar sejauh puluhan kilometer untuk mencapai jalan utama menuju Desa Mendik atau ke ibu kota kecamatan,” terang Kris, (19/1).

Camat Long Kali Rizky Noviar mengatakan saat ini warga bersama TNI, BPBD dan lainnya bergotong royong membuat jalan baru alternatif penghubung agar warga bisa melintas. Sembari menunggu alat berat dari perusahaan sekitar dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang datang untuk pembersihan jalan dan perbaikan lainnya.

” Jarak jalan baru yang dibuat dari jembatan kurang lebih 80 meter dan menghubungkan ke tiga desa,” tuturnya.

 

Sumber Dim 0904 Tng